Tampilkan postingan dengan label Movie. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Movie. Tampilkan semua postingan

April 01, 2011

B'coz u're a good person

Rizwan Khan:  
Marry me." 
Mandira:  
"What? even you haven't know me at all!" 
Rizwan Khan: 
"Yes, I Have. I know that you're a good person." 
Mandira: 
"No, Khan. It is not enough!" 
Rizwan Khan: 
"You are a good person, Mandira. for me, it is enough."
Rizwan Khan: 
"Because my Ammi (mother) said, there is only one difference between us: good people an bad people. There isn't any other kind of difference beside that.."


- My Name is Khan (And I'm not a terrorist!) -


Beberapa hari trakhir ini, kesehatanku menurun..sesak..huhu
Disuruh lebih banyak bersyukur lagi ni sama Allah..^^
karena kondisi ini, jadi lebih banyak menghabiskan waktu dirumah.. :)
Kebetulan, td siang bingung mo bikin apa, akhirnya nonton My Name Is Khan..
Walaupun sebenarnya sudah pernah ditonton.. :D
dan dialog antara khan dan mandira diatas tu salah satu bagian yang aku suka banget, hehe.
Romantis tapi penuh makna.. ^^
Makassar, April 2011

Maret 01, 2011

Rindu Purnama




Sinopsis Rindu Purnama

Ditengah-tengah kemegahan dan kemewahan kota Jakarta, hiduplah seorang gadis bernama Rindu, seorang anak jalanan yang tinggal di rumah singgah bersama dengan anak-anak yang senasib dengannya. Di tempat tersebut turut pula hadir Sarah, seorang wanita yang mengasuh mereka.


Suatu hari Rindu tertabrak oleh Pak Surya, seorang pengusaha yang gila kerja dan masih sendiri. Pada kejadian tersebut Rindu mengalami amnesia, dan akhirnya oleh Pak Pur, supir pak Surya, ia di tempatkan sementara di rumah pengusaha tersebut.


Keberadaan Rindu di rumah Pak Surya tidak disukainya, meskipun ia sedang disibukkan dengan proyek terbarunya bersama Monik, anak pemilik perusahaan tempat ia bekerja, Pak Surya menyempatkan diri untuk menyembuhkan Rindu agar bisa cepat pergi dari rumahnya.


Rindu tahu bahwa keberadaannya tidak disukai Pak Surya dan memutuskan untuk pergi sendiri. Pak Surya pun panik ketika Rindu diketahuinya menghilang dari hadapannya dan sadar bahwa keberadaan Rindu ternyata memberikan kenangan yang mendalam. Pak Surya berusaha menemukan Rindu dengan berbagai cara.


Sampai akhirnya ia bertemu dengan Sarah, yang juga sedang sibuk mencari keberadaan Rindu bersama anak-anak sanggar lainnya, dan mereka pun memutuskan untuk mencari bersama-sama. Dan ternyata, Rindu justru kembali ke sanggar dengan sendirinya setelah pulih dari amnesia-nya.


Kehadiran Rindu kembali ke rumah singgah disambut dengan gembira. Mereka pun merayakannya dengan acara syukuran kecil-kecilan. Tapi kegembiraan mereka kembali terusik. Ternyata proyek yang sedang dijalankan oleh Pak Surya bersama dengan Monik bertempat di pemukiman rumah singgah tersebut dan akan segera menggusurnya.


Keadaan tersebut membuat Pak Surya dilema, antara memilih Rindu, anak-anak jalanan, dan rumah singgah itu atau karirnya yang akan semakin melesat beserta Monik yang mencintainya. Pak Surya harus segera memutuskan dengan cepat pilihannya tersebut.


Tak perlu meragukan lagi film buah karya Mathias Muchus ini. Dikenal sebagai aktor lawas, lewat film yang kali pertama ia sutradarai ini Muchus mampu menunjukkan kepiawaiannya dibelakang kamera.


Dengan jalan cerita yang sederhana ia mampu mengemas film produksi Mizan Productions ini dengan berbagai adegan yang menyentuh bahkan menyentil penontonnya. Seperti lewat berbagai adegan kehidupan anak jalanan dengan kesederhanaan sekaligus keterbatasan yang digambarkan oleh anak-anak sanggar. Serta kehidupan yang kontras dari adegan tersebut, sebuah kemewahan dan keangkuhan seorang yang hidup mapan lewat peran Titi Sjuman sebagai Monik.


Tanpa menggurui, film ini juga akan menyadarkan Anda dengan aktivitas sosial ala anak-anak jalanan itu sendiri, bagaimana cara mereka berteman, bermain, bahkan mencari uang untuk sesuap nasi tanpa melupakan untuk saling berbagi.


Tidak terlepas juga termasuk pesan yang menggambarkan bahwa kekuasaan bukanlah suatu hal yang bisa melakukan segalanya. Bahwa hati nurani adalah pemenangnya.


Sumber :




Judika - Cinta Satukan Kita (OST Rindu Purnama)

Dia sepi di sini, tak seperti yang lain
Walau sudah takdirnya namun dia tetap tersenyum

* Bahagialah bila kau masih punya mimpi

Hidup hanya sekali, berikanlah yang terbaik
Merindukan purnama, bertahan walau di dalam duka
BersyukurNya-lah kita, masih banyak yang sayangi kita
Merindukan purnama, meraih cinta
Cinta yang menyatukan kita..
***

Desember 21, 2010

Surat Kecil Untuk Tuhan

Tuhan bolehkah aku menulis surat kecil untukMu 
Tuhan bolehkan aku memohon satu hal kecil dari Mu 
Tuhan bolehkah aku hidup untuk waktu yang lama 
Tuhan bolehkan aku ada di dunia ini untuk bahagia

Ini adlh sbuah kisah nyata yg trjadi pd seorang anak bernama Gitta Sassa Wanda Cantika mantan artis cilik era tahun 1998-an atau sering dipanggil dngn nama Keke. Gadis cilik berusia 13 tahun yg divonis mengalami kanker ganas pada matanya sehingga nyaris membuat wajahnya rusak keseluruhan. Dokter memvonis bahwa gadis tersebut tdk akan dapat brtahan lama, apabila tidak dilakukan tindakan operasi. Tapi orang tuanya tdk tega jika melihat separuh wajah dari putrinya harus hilang karena operasi, dan terlebih lagi Keke adalah seorang gadis, bagaimana dia menatap masa depannya.

Kasus kanker ganas tersebut baru pertama kali terjadi di Indonesia dan menjadi perdebatan karena kanker tersebut biasa terjadi pada orang tua. Tuhan memang Maha Adil dengan segala upaya orang tuanya, maka akhirnya keke mendapatkan kesempatan untuk sembuh setelah bertahan selama 6 bulan melalui kemoterapi. Bisa kalian bayangkan bertapa menyakitkan sebuah kemoterapi yang terjadi satu kali bisa membuat rontok semua helai rambut di tubuh dan itu terjadi sebanyak 25 kali pada seorang gadis kecil itu.

Ketika semua orang bersuka cita pada kesembuhan Keke, rupanya kanker itu datang kembali dengan menjadi lebih ganas. Keke pun tegar melewati hidupnya dengan kanker yang semakin mengganas pada wajah hingga menyentuh paru parunya. Tapi, hebatnya dari gadis ini, ia bertekad ingin sekolah dengan keadaan seperti ini. Hinaan bahkan cacian dari orang orang yang melihatnya tidak ia pedulikan. Yang paling menyedihkan adalah, ketika ujian kenaikan kelas. Disaat ujian tangannya tak mampu lagi bergerak, hingga hidungnya mimisan ia masih ingin terus ujian dan lulus naik kelas. Tekadnya begitu hebat, sampai-sampai Ibu Megawati memberikan penghargaaan khusus kepadanya sebagai siswa teladan.

Saat penyakitnya mulai mengganas, Keke menyadari nafasnya di dunia ini semakin sempit. Ia tidak marah pada Tuhan, ia bersyukur mendapatkan sebuah kesempatan untuk bernafas lebih lama dari vonis dokter yaitu 5 hari. Alhamdulillah ia dapat bertahan hingga 3 tahun lamanya. Dokter menyerah terhadap penyakit kanker yang diderita anak luar biasa ini. Pada saat menjelang nafas terakhirnya, ia menuliskan sebuah surat kecil kepada Tuhan. Surat yang penuh dengan kebesaran hati remaja Indonesia yang berharap tidak ada air mata lagi di dunia ini terjadi padanyadan terjadi pada siapapun.

Surat Kecil untuk Tuhan

Tuhan..
Andai aku bisa kembali 
Aku tidak ingin ada tangisan di dunia ini

Tuhan… 
Andai aku bisa kembali 
Aku berharap tidak ada lagi hal yang sama terjadi padaku, 
terjadi pada orang lain

Tuhan… 
Bolehkah aku menulis surat kecil untuk-Mu

Tuhan… 
Bolehkah aku memohon satu hal kecil dari Mu

Tuhan… 
Biarkanlah aku dapat melihat dengan mataku 
Untuk memandang langit dan bulan setiap harinya..

Tuhan… 
Izinkanlah rambutku kembali tumbuh, 
agar aku bisa menjadi wanita seutuhnya

Tuhan… 
Bolehkah aku tersenyum lebih lama lagi 
Agar aku bisa memberikan kebahagiaan 
kepada ayah dan sahabat-sahabatku

Tuhan… 
Berikanlah aku kekuatan untuk menjadi dewasa 
Agar aku bisa memberikan arti hidup kepada siapapun yang mengenalku..

Tuhan.. 
Surat kecilku ini adalah surat terakhir dalam hidupku 
Andai aku bisa kembali…
Ke dunia yang Kau berikan padaku

Pada tanggal 25 desember 2006, Keke menghembuskan nafasnya, tepat setelah ia menjalankan ibadah puasa dan idul fitri terakhir bersama keluarga dan sahabat-sahabatnya


In memorial
Gitta Sassa Wanda Cantika
(19/06/91 - 25/12/06)


***
Bawa Aku Kembali

Bila ada tawa di dunia ini
Maka ada tangis di sampingnya

Bila ada keberhasilan di dunia ini
Maka ada kegagalan di sampingnya

Bila aku bisa memilih antara sekarang dan masa lalu
Aku ingin kembali ke masa lalu
Masa di mana aku masih hidup tanpa rasa sakit
Masa di mana aku masih bisa menangis karena haru
Bukan karena kesedihan melihat tangis orang tuaku

Tuhan, hidupku mungkin hanya sesaat
Namun biarkanlah hidupku menjadi cahaya bagi mereka
Bagi siapa pun yang kucintai

Tuhan, bawa aku kembali
Dalam masa indah itu walau hanya sesaat..

***

Juli 30, 2010

Japanese Movie - Midnight Sun (Taiyo no uta) ^^




Resensi Film :



Amane Kaoru, seorang gadis yang mengidap penyakit langka yang menyebabkan ia tidak bisa terkena sinar matahari. Setiap pagi, ia selalu memperhatikan seorang anak laki-laki yang membawa papan selancar.

Karena tidak bisa keluar di siang hari, maka setiap malam Kaoru pergi ke taman dan menyanyikan lagu-lagu ciptaannya sendiri dengan gitar, kemudian pulang sebelum matahari terbit. Suatu kali saat ia berada di taman, ia melihat anak laki-laki itu sedang berjalan pulang. Ia pun berlari mengejarnya dan memperkenalkan diri dengan cara yang konyol, hingga anak laki-laki itu keheranan melihat tingkah laku Kaoru.

Kaoru sangat ingin mengenal anak laki-laki itu, maka ia meminta bantuan sahabatnya (yang ternyata satu sekolah dengan anak laki-laki itu) untuk mencari tau segala sesuatu tentangnya. Ternyata anak laki-laki itu bernama Fujishiro Kouji, siswa yang cenderung bodoh, tapi sangat menyukai selancar.

Suatu malam, Kaoru bertemu dan mengobrol dengan Kouji. Kouji pun berjanji saat liburan musim panas, ia akan menonton Kaoru menyanyikan lagu-lagunya. Tentu saja Kaoru sangat senang karenanya. Akhirnya saat yang ditunggu pun tiba. Tapi tempat Kaoru biasa bernyanyi diambil orang lain. Kouji kemudian mengajak Kaoru pergi ke Yokohama dan Kaoru pun bernyanyi disana, ditonton puluhan orang yang berada di sekitarnya.

Sepulang dari bernyanyi, Kouji mengajak Kaoru pergi ke pantai untuk melihat matahari terbit. Kaoru yang panik segera berlari pulang. Walaupun agak heran, Kouji pun mengantar Kaoru pulang. Saat akan pergi, Kouji bertemu dengan sahabat dan orang tua Kaoru yang kebingungan mencari Kaoru. Sahabat Kaoru pun memarahi Kouji dan menceritakan tentang penyakit Kaoru.

Walaupun sudah mengetahui penyakit Kaoru, Kouji tidak berusaha meninggalkan Kaoru. Ia malah berusaha mencari uang untuk biaya rekaman Kaoru dengan bekerja sambilan dan bahkan menjual papan selancarnya.

Ketika uang untuk rekaman hampir terkumpul, ternyata penyakit yang diderita Kaoru mulai membuatnya lumpuh. Namun Kouji selalu mendukungnya dan akhirnya rekaman pun bisa dilakukan.

Semakin lama penyakit Kaoru semakin parah, namun kali ini ia tidak mau menutup diri lagi. Ia untuk pertama kalinya berdiri di bawah sinar matahari dan menyaksikan Kouji berselancar. Namun beberapa bulan kemudian, ia pun meninggal.

Setelah kematiannya, lagu yang ia nyanyikan pun diputar di radio-radio. Lagu yang menjadi kenangan untuk orang-orang disekitarnya yang menyayanginya…


----------------------------------------------
Soundtrack :






YUI - It's Happy Line

Dare no tame ni ikite iru no?
Saenai hibi o sugoshite
Yowasa mo itami mo
Dono kurai kanjiteru no?

Tarinai kinou ni obore
Yume ni kaita kyou
Soroenakute mo yeah yeah
Yoake mae no matataku hoshi ha
Kiete itta no?
Asu he itta no?
Tomorrow never knows..
It`s happy line.

Nani wo shinjite ikeba ii?
Mienai hibi wo sugoshite
Donna yoru wo mite mo
Mou kurai kao wo shinaide

Dare mo ga shiawase yobu egao
Miete iru no?
Warawanakute mo yeah yeah
Asu e no omoi wo mune ni
Akai me wo mite waratte mita no
Tomorrow never knows..
It's happy line.

Tarinai kinou ni obore
Yume ni kaita kyou
Soroenakute mo yeah yeah
Yoake mae no matataku hoshi ha
Kiete itta no?
Asu he itta no?
Tomorrow never knows..
It`s happy line.

Indonesian Translation:

Demi siapa aku hidup?
Hari-hari kelabu kulewati.
Kelemahan ini, rasa sakit ini:
Apakah aku merasakan semuanya, atau hanya sedikit?

Aku menenggelamkan diriku dalam kenangan-kenangan, tapi itu tidak membantu.
Jadi aku akan mulai hidup untuk hari ini.
Meskipun aku agak tersesat, yeah, yeah
Sebelum fajar, bintang yang berkelap-kelip menghilang.
Aku ingin tau: apakah bintang-bintang itu benar-benar telah hilang?
Atau mereka akan kembali lagi besok?
Tomorrow never knows
It's Happy Line.

Apa yang harus aku percayai?
Hidupku berlalu begitu saja dan aku bahkan tidak menyadarinya.
Tidak peduli apapun yang dibawa oleh malam,
Jangan mengerutkan dahi.

Setiap orang punya wajah dan suara bahagia,
Aku ingin tau apakah aku bisa melihatnya.
Tapi meskipun aku tidak bisa tertawa, yeah, yeah.
Akhirnya aku menemukan keberanianku.
Aku melihat mata merahmu dan mencoba untuk tertawa.
Tomorrow never knows
It's Happy Line.

Aku menenggelamkan diri dalam kenangan-kenangan, tetapi itu tidak membantu.
Jadi aku akan mulai hidup untuk hari ini.
Tapi meskipun aku agak tersesat, yeah, yeah
Sebelum fajar, bintang yang berkelap-kelip menghilang.
Aku ingin tau: apakah bintang-bintang itu benar-benar telah hilang?
Atau mereka akan kembali lagi besok?

Tomorrow never knows
It's Happy Line..