November 01, 2014

Happy 5th monthsary :)


Hei, kamu ! Iya, kamu !
Terima kasih..


Terima kasih kamu yang sudah mencintai dan memperjuangkanku, yang membuatku merasa berharga, yang setahun lalu datang ke rumahku memintaku secara baik-baik dari bapak dan ibuku, yang tetap memperjuangkanku walaupun menghadapi bapakku yang super dingin. Yang bikin aku kagum karena bisa meluluhkan bapak, meskipun baru pertama kali bertemu..*ciee..

Terima kasih kamu yang sudah menjadi hadiah ulang tahun (ke-27) paling indah buatku. Terima kasih sudah jadi suami plus sahabat yang baik buat aku. Terima kasih sudah menerima keluargaku, dan memberi keluarga baru buatku..dan satu lagi Terima kasih untukmu yang sudah jadi kakak buatku, yang dari kita taaruf punya keinginan pingin manggil istrinya nanti, adik hahai walaupun ternyata usiaku sedikit lebih tua 7bulan dibandingmu. hha. Tau banget aku pingin punya kakak laki-laki? baca postingan jadulku ya? hhe. akhirnya sekarang punya kakak plus plus. suami yang bisa jadi kakak dan dipanggil kakak. senang banget. tapi gara-gara itu, Maafkan kalau akhirnya kamu jadi sering mendengar teriakanku..
"kakaaaaaak, kangeen"
"kakaaaaaak, dimana? lagi apa?"
"kakaaaak, mau beli ini, mau beli itu"
"kakaaaak, aku pengen kesana"
"kakaaaak, kakaaak, kakaaaaak"
teriakanku kayak gitu, Semoga ga bosan yaaa.. :D

Terima kasih kamu yang selalu memperlakukanku layaknya seorang ratu, #eh terima kasih selalu memandangku dalam-dalam sambil senyum bilang aku cantik sampai aku merasa keki, sekaligus dagdigdug diwaktu yang sama *meltiiiing* :"

Terima kasih kamu yang sudah pernah memuji dan menghabiskan masakanku yang sangat biasa aja, entah karena masakannya enak atau karena emang kelaparan? terima kasih selalu makan dengan lahap, sampai piringnya benar-benar bersih. kalau kata ibu, "makannya bikin senang yang masak" walaupun ibu suka komen badannya tambah gembul, tetap saja suka dimasakin :D

Terima kasih kamu yang sudah mau mendengar setiap ceritaku, dari mulai yang penting sampai yang tidak penting, Terima kasih selalu dengar kecerewetanku, entah itu cerita tentang status2 lucu di facebook, tentang buku yang ingin kubeli, tentang mimpi-mimpiku, keluh kesahku, dan ocehan-ocehanku hhe. setiap habis cerita, pasti selalu bikin nyaman :' karena selalu memberi saran dan memandang segala sesuatu dari sisi positifnya.

Terima kasih kamu yang selalu mengenggam tanganku, dimanapun. apalagi ditempat ramai. dan itu sangat sukses bikin aku merasa terlindungi, dan aman *uhuk* Pokoknya selalu bahagia dan nyaman tiap ada didekatmu. Satu yang selalu bikin kangen saat berjauhan gini, tiap dimobil berdua, tangan digenggam, dengerin musik, kadang nyanyi-nyanyi, dan akhirnya tertawa bareng sambil cerita-cerita nostalgia masa lalu, dan jadi saling ledek-ledekan. huahahahah :D

Terima kasih kamu yang selalu mencium keningku tiap habis sholat, itu satu dari hal yg paling romantis dan selalu dikangenin kalo jauh (ih, kangen berjamaah) :'(

Terima kasih kamu yang sudah pernah rela tidur dilantai beralaskan tikar, gara-gara ga tega ngebangunin aku yang tidur nyenyak gara-gara kecapean habis jalan-jalan :p

Terima kasih kamu yang selalu memastikan aku minum vitamin, gara-gara aku yang sering sakit. bahkan sampai harus minum vitamin didepanmu, biar kamu yakin vitaminnya aku minum. hhe. terima kasih sudah mau memijit tiap aku mengeluh pegal atau ga enak badan.

Terima kasih kamu kalau tingkahku selalu kekanakan, jadi kayak anak kecil tiap ketemu tempat-tempat baru yang jarang aku temui dimakassar, terima kasih mau diajak foto-foto kesana kemari hha :D

Terima kasih kamu yang mau diajak nonton film horror yang aku suka, walaupun kamu ga begitu suka. hha. padahal sama-sama takut juga, tapi setidaknya tiap ada yang seram, kan ada yang bisa dipeluk #eh hha. Terima kasih sudah mau mengalah, mengikuti keinginanku nonton detective conan, padahal ada film samurai X kesukaanmu diwaktu yang sama, meski pada akhirnya aku cuma nonton 30 menit pertama, selebihnya tiduuur, tapi asal kamu tahu aku senang duduk disampingmu..

Terima kasih kamu atas wajah ceriamu ketika menunggu dan menyambutku dipintu kedatangan bandara. Aku juga masih selalu setia dan suka menunggu tiap kamu datang tengah malem, entah dibandara atau dirumah. dan sebenarnya selalu ga rela tiap nganter kamu pulang lagi ke bandara hiks :'(

Terima kasih kamu yang sudah meengijinkanku tidur sewaktu kamu lagi repot nyetir. entah kenapa disupirin kamu selalu bikin aku ngantuk dan pengen tidur. haha. cuma bisa bilang "kakaaak, ngantuuk" dan cuma bisa dibales "iya sayang, bobo aja, udah biasa ditinggal tidur" dan kalau sudah kayak gitu bakal bikin ketawa dan akhirnya ga jadi tidur, walau kadang tidur ga bilang-bilang. :))

Maafkan untuk keributan dan teriakan spontanku tiap kamu nyetir. "awaas kakaaaak. hati-hati kakak, pelan-pelan kakaaak" , hha dan cuma bisa kamu jawab " iya sayang, aku udah lama punya SIM, jangan khawatir ih" bikin tenang sih, tapi selanjutnya tetap saja teriak hha.

Terima kasih kamu untuk segala romantisme yang menyentuh sekaligus menggelikan dan selalu bikin aku tertawa. kadang kamu nyebelin dan aku akhirnya ngambek, tapi terima kasih selalu sabar menghadapi tiap aku ngambek, yaah..namun meski begitu aku tetap cinta loh *eh dan juga kan pada akhirnya tetap aku yang membaik duluan, mana tahan ngambek lama-lama sama orang yang paling disayang? maaf kalau moodku kayak roller coaster :"D

terima kasihku lagi, dan lagi

terima kasih kamusuamiku.. 

*****

30 oktober kemarin,

Sudah 5 bulan perjalanan kita, tidak terasa yaa. tapi, perjalanan kita masih panjang. sudah banyak yang dilalui, sedih senang, meski lebih banyak senangnya.hhe. Kamu, orang yang sebelumnya tidak terlalu aku kenal, jauh pula, dan baru 2 kali bertemu sebelum proses menuju pernikahan, tentunya berasa asing. jadi harus banyak beradaptasi tentang karaktermu, kebiasaanmu, yang akhirnya sebagian besar aku ketahui setelah kita menikah. hha. duaar, hho banyak sekali kejutanmu. tentunya kamu bukan orang yang sempurna, punya kelebihan dan pastinya kekurangan. semoga setiap kekuranganmu selalu bisa tertutupi oleh sekian banyak kelebihanmu. begitupun denganku. tentunya aku juga pasti punya banyak sekali kekurangan yang kamu temukan, aku bukan istri yang sempurna, semoga kita bisa saling mengingatkan, walau kadang masih suka lupa kalau diingatkan, maaf kakak ya :'(

oiya, sudah 5 bulan, dan belum dapat titipan dariNya, apalagi tiap liat anak kecil, suka gemas, ngebayangin dan ga sabar nanti punya anak sendiri. "sabar ya syg, nyante aja, ntar bikin stres" katamu" itu akhirnya selalu bikin tenang. nikmatin pacaran berdua dulu gitu ya. hihi. tapi aku senang, kamu bisa dan gampang dekat dengan anak kecil. anteng anaknya kalo udah dekat atau main sama kamu. senang liatnya, so sweet deh. dan tau nggak apa yang kupikirkan kalau liat moment kayak gitu? aku langsung ngerasa yakin kalau kakak bisa jadi ayah yang baik nantinya. ayah? iya ayah seperti yang kakak pernah bilang suatu saat kalo dianugerahi anak, kakak pingin dipanggil ayah. hhe. ciee..ayah.. *uhuk* semoga ya, aamiin :)

hmm, masih banyak kebaikan-kebaikan yang lain, namun yang tak bisa kusebutkan semua. ini cuma sebagian kecil dari sikap dan pelayanan terbaikmu untukku. terima kasih untuk kebaikan itu. yaa, seneng terus jadinya. Ya, Walau mungkin orang-orang bilang "maklum deh masih pengantin baru, pasti senang terus", tapi aku mau senang terus bersamamu, dan selamanya bisa berterima kasih, tak cuma ketika jadi pengantin baru saja. Aamiin :)

Sekali lagi, terima kasih untuk setiap kebaikanmu, jadi suami yang alhamdulillah baik. berharap aku juga sudah jadi istri yang baik buat kakak ya. #ehngarep :p 
saling mendoakan semoga semakin baik lagi, makin sayang sama istri, selalu dijaga olehNya terlebih ketika kita jauh. Seperti pesan ibu selalu "Doain selalu aa-nya, kalau jauh biar Allah yang jaga" hiks :')
Semoga Jodoh dan bahagia dunia akhirat, aamiin

Selamat 5 bulan, sayang. love you :*





Makassar, 01 November 2014
Dari aku,
..yang lama ga update blog 
..yang lagi lebay
..yang lagi pengen muji suami
..yang lagi kangen dan ga sabar bertemu :D



Juli 16, 2014

Tentang rasa di Ramadhan

Ramadhan 1434H..

Kata seorang teteh :

"Cintai semua hal dari dan dalam hati, karena cuma hati yang bisa jujur tentang sebuah rasa, dan cuma hati yang bisa menyembunyikan sebuah rasa, hingga waktu yang tepat itu tiba. Selama masih ada hati yang selalu terjaga, Pesan cinta kepada-Nya yuk, kepada Dia yang selalu menjadi sutradara termegah dijagad raya, Dia sang Maha Cinta yang luas mencintai..(bonitnotz)

Dan Allah, aku jatuh cinta. cinta yang awalnya aku tolak keberadaannya. Menolak karena takut. dan ini berhubungan dengan satu masa yang sungguh mengaduk rasa. Tapi mau menolak seperti apapun, rasa itu tetap saja ada, nyata. Begitulah hati. Sebentar bahagia, kemudian sedih. kemarin (sempat) sedih, sekarang toh bahagia lagi. Bahagia, karena Allah masih menitipkan rasa itu. Rasa yang awalnya sempat kutolak, dan kualihkan untuk mengurus baby-baby ku. Namun setelah kesibukan bersama malaikat kecil itu berkurang, rasa itu toh masih tetap ada. malah sempat kupertanyakan sekian lama “kok bisa?”. Hadeuh. masih bingung juga sebenarnya mengapa seperti itu. Bercerita tentangnya, yang “tidak akan saya sebutkan namanya” apalagi jika harus bercerita detail tentang dirinya, ah tidak mungkin. saya bukan tipikal orang yang terlalu berani untuk itu. Apalagi jika harus melisankan rasa itu padanya. yang jelas sekarang, seperti pesan seorang teteh, aku memesan cinta kepadaNya. Biar Dia yang membisikan rasa itu kepadanya, sebagaimana Dia yang membisikkan rasa itu padaku.

kata seorang sahabat (nik salsabiila): "Ada begitu banyak alasan yang terkadang membuat kita tak ingin jujur. Ada begitu banyak alasan yang sesaat membuat kita hanya fokus pada seseorang yang bersinar di balik jeruji kesadaran diri. Namun tak membutuhkan sedikit pun alasan untuk memahami penyebab sebuah cinta hadir..”

Sore ini hujan. ah rindu itu muncul lagi. rindu yang tak terungkap. rindu dan rasa yang tak kan berani kuungkap. karena aku sadar, belum tentu kamu yang kurindukan adalah yang akan menjadi teman hidupku nanti. Tapi, bagaimana ketika suatu hari, saat aku masih asyik memimpikan masa depanku bersamamu, tiba-tiba ada yang datang memintaku menjadi mimpi masa depannya? Ah, untuk itu saat aku memesan cinta padaNya, aku sudah memesan satu paket cinta. Cinta yang aku pint dan atau cinta yang diberikanNya. Biar nanti ketika mimpi masa depan bersamamu tak Dia wujudkan, aku bisa dengan senang hati menerima cinta yang diberikanNya. aamiin

Ya. Hanya bisa berencana, terkadang menebak-nebak, dan bermimpi tentang masa depan. Sisanya hanya Allah yang mengetahui. Kata Guru, nantilah apa yang ingin dinanti dengan berprilaku baik, berprasangka baik, dan memohon selalu yang baik-baik. Tetap berikhtiar, doa dan tawakkal, maka Dia akan menempatkan takdir itu diwaktu yang Dia inginkan, cepat atau lambat. Tentunya, apapun keputusanNya kelak,  itulah yang terbaik untuk kita. Sekali lagi, bermimpi saja. Tak ada larangan untuk kita bermimpi. Bermimpi dengan keyakinan, ada Dia yang dengan kekuatanNya, akan mengabulkan doa dari hambaNya. Ramadhan ini, seperti ramadhan kemarin, ada banyak keinginan dan doa yang aku panjatkan padaNya. Termasuk mimpi masa depanku tentangmu. Semoga..

Semoga harapku kepadaNya, bisa menjadi rencanaNya untukmu. Memohon berlapis-lapis kesabaran dalam penantian, membiarkan Dia menyelesaikan keGALAUanku dengan caraNya.
Semoga Ramadhan kita berkah, ya :) 
Makassar, Satu Ramadhan 1434H
..kamu, yang ngatain aku GALAK

***

Ramadhan 1435H..

Tidak terasa, sudah setahun sejak catatan tentangnya itu dibuat di Blog Rahasia waktu itu. Doa yang dipanjatkan setahun yang lau, membacanya kembali, bikin senyum-senyum sendiri dan netesin air mata lagi. kenapa?  Karena di ramadhan sekarang, mimpi itu sudah terwujud, aku sudah menjadi istrinya. Mengingat proses demi proses yang dilalui kemarin, jarak yang begitu jauh. :') Tiada yang mudah selain engkau mudahkan, dan engkau jadikan kesusahan itu mudah, jika Engkau memang menghendakinya mudah. Terima kasih ya Allah..


From this moment
30 Mei 2014


*teruntuk seseorang yang kini sangat berarti,
 terima kasih sudah membuatku tersenyum setiap saat. Love you :)
Semoga tak hanya berjodoh di dunia, tapi juga akhirat ya, aamiin
Makassar, 16 juli 2014

November 01, 2013

Selamat datang, November

Assalamu'alaikum..

Selamat Pagi, November. Selamat datang, ya. Seperti harapanku pada oktober kemarin, aku berharap kita bisa bekerja sama mengisi hari-hari kedepan. Mengisi segalanya dengan kebaikan. Berbuat baik, dan tak lupa meneruskan kebaikan yang sudah dan tengah diikhtiarkan. Spesial tentang sebuah proses, semoga menjadi langkah awal yang baik, aamiin. Hanya bisa berikhtiar, hasil akhir tetap dalam genggamanNya. Namun, sekali lagi aku percaya, Allah maha baik, dan Dia tidak menerima kecuali yang baik-baik, tentunya yang terbaik menurutNya. Namun, semaksimal apapun ikhtiar yang dilakukan, ingatlah untuk selalu "Prepare the worst". Menerima apapun yang akan terjadi kelak, meski tak sesuai harapan. Karena hanya Dia sebaik-baik perancang kehidupan kita, yang berhak atas diri kita.

Untukmu Oktober, Terima kasih atas adukan rasa baru yang tercipta. Terima kasih sudah melanjutkan ikhtiar, terkhusus ikhtiar yang dimulai sejak September kemarin. Kali ini, tugas selanjutnya adalah menyerahkan "tongkat estafet ikhtiar" ke November. Meneruskan ikhtiar dan melangitkan doa. Masih, dan biarkan skenarioNya yang bekerja. Atas kemudahan-kemudahan yang terasa semenjak niat baik itu disampaikan, nikmat Tuhan mana lagi yang didustakan? 

Bermimpi, ikhtiarkan, dan langitkan doa.
Yah, semuanya berawal dari mimpi-mimpi. dan kemudian ada tangan-tangan Tuhan yang bermain disana. Tentang mimpi, tak pernah ada larangan untuk bermimpi. Bermimpi saja, dengan catatan bermimpilah dengan sebuah keyakinan, ada Dia yang dengan kekuatanNya yang Maha dahsyat, akan mengabulkan doa dari hambaNya yang sungguh-sungguh.. :')


Selamat datang, November



"Ya Allah, berikanlah keberkahan dan kelapangan untuk setiap ikhtiar yang dilakukan. Jadikan setiap ikhtiar yang dilakukan, membuat kami menjadi lebih baik di hadapanMu.."
Makassar, Satu November 2013 
#jumatberkah



September 18, 2013

Di Langit Itu

Di langit itu, purnama selalu menggegaskan kita berbincang tentang bulatnya yang penuh, utuh. Mengajari kita yang selalu saja diliputi ragu, terburu, atau mendebu; dalam keheningan yang tak pernah menjadikan kita segenap khusyuk. Purnama itu, bernyala mengingatkanku akanmu; yang menyederhanakanku pada puisi yang selalu kau tagih, mendiksikanmu lirih.

Dilangit itu, mentari selalu menceriakan kita dalam keanggunannya yang menjarumi fajar, berbinar. Menasihati kita untuk selalu mengazzamkan keyakinan akan mimpi-mimpi; yang mencipta dunia, pada sketsa peta yang kita rencana, membangun peradaban dengan cinta. Mentari itu mengingatkanku akanmu; yang menawankanku pada sajak yang selalu kau harap, mendiksikanmu senyap. 

Dilangit itu, hujan selalu mengajak kita menafakuri kejatuhannya yang menari bebas, ikhlas. memahamkan kita akan keterikatan takdir yang menyabar waktu; seperti hujan yang menyisi pelangi; menikmati sepenuh syukur, mengikhtiarkan segenap keringat, merapali seyakin doa. Hujan itu, bederma mengingatkanku akanmu; yang mengejawantahkanku pada prosa yang selalu kau minta, mendiksikanmu manja.

Dilangit itu; langit hatiku, yang akan selalu terukir namamu; aku tetap merindu dalam setiap sujud malamku; aku tetap mencinta, dalam segenap doa-doa; aku tetap menanti, hingga Tuhan merestumu; disini.

Jodoh Dunia Akhirat-ku..

Doc. pribadi


dalam "Jodoh Dunia Akhirat", hal.82


Juli 25, 2013

Selamat Milad, Bapak.. ❤

Bismillahirrahmanirrahiim..

"Teringat masa kecilku, kau peluk dan kau manja. 
Indahnya saat itu, Buatku melambung
Disisimu terngiang hangat nafas segar harum tubuhmu
Kau tuturkan segala mimpi-mimpi serta harapanmu.." ( Ada band feat Gita Gutawa)

Izinkan saya bercerita sedikit tentangnya..
Tentangnya, bapak terhebat. Tentangnya yang selalu jadi langganan cukurku, dan selalu memotong rambut pipi kecil seperti rambut dora. Tentangnya yang selalu membacakan dongeng sebelum aku dan adik-adikku tidur siang, walau dongeng yang diceritakannya tak pernah berganti, hanya berkisah tentang kancil yang suka makan jambu air, monyet, dan nenek tua yang kesasar di hutan, lalu kemudian sehabis itu dongeng ditutup dengan menyanyikan lagu halo-halo bandung, sambil beliau menepuk-nepuk paha salah satu dari kami, hingga kami tertidur, begitu seterusnya, tapi kami tak pernah bosan. Tentangnya yang ketika kami malas pergi ngaji, kami bakalan dihukum dimasukkan ke salah satu "gudang" rumah kami yang kecil dan akan dikunci dari luar. ahha, ingat satu kejadian H-2 idul fitri tahun kapan, dan aku belum punya baju baru untuk lebaran, sementara teman-teman yang lain sudah pada pamer-pameran baju baju, alhasil aku ngambek dan ga mau ngaji. aku dihukum, dimasukkan ke "gudang" itu sampai tertidur didalamnya. eh sorenya pas bangun, udah dapat baju baru. hehe. oiya, waktu kecil sampai SMP, kami belum punya rumah sendiri, hanya numpang di perumahan SD tempat ibu mengajar. Itupun ketika musim hujan tiba, kami pasti akan mengungsi ke rumah tetangga yang posisinya tinggi, karena rumah kami selalu kedatangan tamu "air bah". hhe. Tentangnya yang ketika hari sabtu-nya libur, dan ibu tetap ngajar di sekolah, beliau sendiri yang mencuci pakaian kotor di rumah, mengangkat air dari sumur tetangga yang lumayan jauh. Tentangnya yang ketika hujan lebat disertai guntur tengah malam selalu pindah tidur ke kamar anak-anaknya, menemani kami tidur. Tentangnya yang ketika salah satu dari kami ada yang sakit, maka malamnya kami diharuskan tidur di kamar beliau, hanya untuk mengawasi keadaan kami. Tentangnya yang ketika hari libur tiba, akan berusaha mengajak kami ke taman hiburan atau sekedar jalan-jalan dengan vespa bututnya, atau mobil "open cup"nya. haha. Tentangnya, yang ketika pulang kantor tak jarang membawa cemilan buat anak-anaknya. tentangnya dan tentangnya yang lain. ah ini hanya sebagian kecil kenangan masa kanak-kanakku yang kulewatkan bersamanya.. :')

Begitupun menjelang remaja. Kalau masa SD, setiap pengambilan raport, hanya ibu yang selalu mengambil raportku, itupun karena memang aku SD di sekolah tempat ibu ngajar. tapi ketika SMP dan SMA beliau tak pernah alpa mengambil raportku. Aku masih begitu ingat bagaimana wajah beliau ketika aku mendapat peringkat satu. Tak jarang ketika bertemu kenalannya, beliau dengan bangganya menceritakan hal itu pada kenalannya itu, (padahal dalam hati aku yang risih. hiks hehe). Di SMA kelas 3, entah waktu itu aku mendapaat peringkat kelima, aku sampai takut bertemu beliau. takut dimarahi karena telah mengecewakan. aku tahu waktu itu beliau terkejut, bahkan guru-guru pun menyayangkan itu. hiks. sampai di rumah, bapak cuma bilang "Ndak papa, sekali-sekali dapat peringkat bawah biar tau bagaimana supaya bisa berjuang lebih keras lagi". seketika aku langsung lega. memang beliau adalah orang yang tegas, pun terkadang orang-orang segan dengan beliau. Bahkan pernah ketika SMP, salah seorang teman lelakiku mengirim surat cinta perdana buatku, ah aku nangis saking takutnya sama bapak, dan bilang ke cowok itu, jangan lagi ngirim-ngirim surat atau aku laporin ke bapak. haha. Ya ampun plis deh, ngakak tiap kali ingat kejadian itu. :))

Pun sampai sekarang, masih dan akan selalu begitu. beliau begitu sayang sama keluarga. Khususnya aku. aku anak sulung, tapi ketika bersama bapak aku selalu merasa jadi anak kecil. Berbeda dengan adik-adikku, aku ini orangnya penakut. dan bapak sangat tau itu. aku orang yang begitu mudah meneteskan air mata. melankolis, sepertinya turunan dari bapak ibu, gara-gara kolaborasi mereka, makanya ke aku jadinya lebih parah. haha. Aku tahu bapak orangnya tegas, suaranya keras, tapi hatinya selembut kapas. (ciee). iya, Aku ingat satu kejadian, beliau pernah memelihara burung beo di rumah, tapi waktu itu burungnya sakit dan akhirnya mati. aku ingat beliau meneteskan air mata. *kasihan :) . Dirumah, aku memang terkenal suka nangis. hha. bahkan hanya sekedar melihat tayangan di tv, misal nonton akad nikahan selebriti, atau scene seorang anak yang berhasil dalam kejuaraan, atau nonton pertandingan yang ketika pemainnya juara trus di penutupan mengumandangkan lagu indonesia raya, aku juga bisa nangis. hha. makanya, ketika nonton bareng di ruang keluarga, saat ada adegan yang menyedihkan, orang rumah pasti meliriknya ke aku. haha. Mungkin itu sebabnya, bapak itu sangat jarang menegur aku secara langsung ketika aku ada kesalahan, pasti lewat ibu negurnya. :')

Begitulah bapak. Pun sampai sekarang, aku merasa begitu banyak hal yang bikin aku tidak enak sama beliau. tak jarang beliau harus sengaja pulang kantor larut malam hanya untuk menungguiku lepas jaga dan pulang bersama-sama ke rumah, berhubung tempatku bertugas dan kantornya, searah. Belum lagi ketika aku harus pulang malam dan beliau tak sempat menunggu dikantor, maka beliau akan menungguku di lorong depan rumah. Sekarang kami tidak serumah. aku harus tinggal di tempat yang lokasinya lumayan dekat dari tempatku bertugas, dan itu dekat dengan kantor bapak. Tak jarang ketika aku harus jaga di RS dan meninggalkan cucian setumpuk di rumah, beliau biasanya numpang istirahat, dan kalau melihat ada pakaian kotor, beliau pasti langsung nyuci. hiks. Walau biasanya aku sudah beritahu tak usah dicucikan, tetap saja beliau cuci. Pulang dari RS, sudah kudapati pakaiannya sudah kering di jemuran. hiks. Makanya tak jarang, pakaian kotor itu aku sembunyikan dulu, biar ga kelihatan sama beliau. T____T

Ah, bercerita tentangnya tak habis-habis. begitu banyak yang beliau lakukan buatku, tapi aku sadar sampai sekarang belum bisa memberi yang terbaik buatnya. Hari ini, umur beliau genap 55 tahun. Perjalanannya sudah begitu panjang dan itu sangat tidak mudah. Penuh warna warni. kesedihan, kesenangan, kekurangan, dan segala yang beliau hadapi jadi pelajaran buat aku.

Selamat Milad, Bapak..  ( 55 tahun, 25 Juli 1958)




Semoga Allah selalu melindungimu, menjagamu disaat penjagaanku tak sampai kepadamu. Semoga kelak, aku mampu membuatmu bahagia dan bisa tersenyum sepanjang waktu. Semoga kelak, engkau bangga kepada kami, anak-anakmu, yang dititipkan Allah untuk engkau didik menjadi seseorang yang memberi manfaat bagi orang lain. Semoga kami bisa menjagamu sampai akhir hayatmu. Jaga kesehatan, jangan makan sembarangan. Berharap disaat kami mampu membahagiakanmu, engkau masih dalam keadaan sehat walafiat. aamiin. terima kasih untuk doa-doamu, doa-doa kebaikan untuk kita sekeluarga. Atas semua yang engkau lakukan buat kami hingga saat ini, bagaimana aku tidak mencintaimu, pak. Love you, Doakan aku yang terbaik, semoga bisa mendapat pendamping sepertimu. Yang sering engkau bilang, lelaki yang bisa menerima anakmu apa adanya. Terima kasih telah menjadi bapak ku, lelaki terhebatku..


dari anakmu, yang penuh kekurangan. 
Maaf belum bisa jadi anak yang baik
Makassar, 16 Ramadhan 1434 H

Juli 19, 2013

Mencintai itu keputusan

Lelaki tua menjelang 80-an itu menatap istrinya. Lekat-lekat. Nanar. Gadis itu masih terlalu belia. Baru saja mekar. Ini bukan persekutuan yang mudah. Tapi ia sudah memutuskan untuk mencintainya. Sebentar kemudian iapun berkata, “Kamu kaget melihat semua ubanku? Percayalah! Hanya kebaikan yang akan kamu temui di sini.” Itulah kalimat pertama Utsaman bin Affan ketika menyambut istri terakhirnya di Syam, Naila. Selanjutnya adalah bukti.

"Sebab cinta adalah kata lain dari memberi. sebab memberi adalah pekerjaan. sebab pekerjaan cinta dalam siklus memperhatikan, menumbuhkan, merawat dan melindungi itu berat. sebab pekerjaan itu harus ditunaikan dalam waktu lama. sebab pekerjaan berat dalam waktu lama begitu hanya mungkin dilakukan oleh mereka yang memiliki kepribadian kuat dan tangguh. maka setiap orang hendaklah berhati-hati saat ia akan mengatakan, “Aku mencintaimu.” Kepada siapapun!"

Sebab itu adalah keputusan besar. Ada taruhan kepribadian di situ. Aku mencintaimu,” adalah ungkapan lain dari, “Aku ingin memberimu sesuatu.” Yang terakhir ini juga adalah ungkapan lain dari, “Aku akan memperhatikan dirimu dan semua situasimu untuk mengetahui apa yang kamu butuhkan untuk tumbuh menjadi lebih baik dan bahagia. aku akan bekerja keras untuk memfasilitasi dirimu agar bisa tumbuh semaksimal mungkin. aku akan merawat dengan segenap kasih sayangku, proses pertumbuhan dirimu melalui kebajikan harian yang kulakukan padamu. aku juga akan melindungi dirimu dari segala sesuatu yang dapat merusak dirimu dan proses pertumbuhan itu...” Taruhannya adalah kepercayaan orang yang kita cintai terhadap integritas kepribadian kita. Sekali kamu mengatakan kepada seseorang, “Aku mencintaimu,” kamu harus membuktikan ucapan itu. Itu deklarasi jiwa bukan saja tentang rasa suka dan ketertarikan, tapi terutama tentang kesiapan dan kemampuan memberi, kesiapan dan kemampuan berkorban, kesiapan dan kemampuan melakukan pekerjaan-pekerjaan cinta: memperhatikan, menumbuhkan, merawat dan melindungi.



Sekali deklarasi cinta tidak terbukti, kepercayaan hilang lenyap. Tidak ada cinta tanpa kepercayaan. Begitulah bersama waktu suami atau istri kehilangan kepercayaan kepada pasangannya. Atau anak kehilangan kepercayaan kepada orang tuanya. Atau sahabat kehilangan kepercayaan kepada kawannya. Atau rakyat kehilangan kepercayaan kepada pemimpinnya. Semua dalam satu situasi: cinta yang tidak terbukti. Ini yang menjelaskan mengapa cinta yang terasa begitu panas membara di awal hubungan lantas jadi redup dan padam pada tahun kedua, ketiga, keempat dan seterusnya. Dan tiba-tiba saja perkawinan bubar, persahabatan berakhir, keluarga berantakan, atau pemimpin jatuh karena tidak dipercaya rakyatnya.

Jalan hidup kita biasanya tidak linier. Tidak juga seterusnya pendakian. Atau penurunan. Karena itu konteks di mana pekerjaan-pekerjaan cinta dilakukan tidak selalu kondusif secara emosional. Tapi disitulah tantangannya: membuktikan ketulusan di tengah situasi-situasi yang sulit. Disitu konsistensi diuji. Di situ juga integritas terbukti. Sebab mereka yang bisa mengejawantahkan cinta di tegah situasi yang sulit, jauh lebih bisa membuktikannya dalam situasi yang longgar. Mereka yang dicintai dengan cara begitu, biasanya merasakan bahwa hati dan jiwanya penuh seluruh. Bahagia sebahagia-bahagianya. Puas sepuas-puasnya. Sampai tak ada tempat lagi yang lain. Bahkan setelah sang pencinta mati. Begitulah Naila. Utsman telah memenuhi seluruh jiwanya dengan cinta. Maka ia memutuskan untuk tidak menikah lagi setelah suaminya terbunuh. Ia bahkan merusak wajahnya untuk menolak semua pelamarnya. Tak ada yang dapat mencintai sehebat lelaki tua itu. 

Sumber : ~ Anis Matta ~



Allah, atas apapun yang terjadi, hanya kepadaMu, segalanya bermuara..
Makassar, 10 Ramadhan 1434H

Juli 15, 2013

Doaku, semoga..

Bismillahirrahmanirrahiim..

Ramadhan ini, seperti ramadhan kemarin, ada banyak keinginan dan doa yang aku panjatkan padaNya. Berharap kedepannya bisa memanfaatkan waktu yang ada atas ganti dari waktu yang aku buang dan terlewati dengan sia-sia. Setahun belakangan, ada banyak kenangan dan pembelajaran besar yang sudah aku dapatkan. Tentunya, dengan perasaan yang bermacam-macam. Tentang mereka, orang-orang yang telah mampir, ataupun yang sekarang masih mengisi hari-hariku. Terima kasih dan maaf jika belum bisa memberi yang terbaik. Hanya berharap semoga kehadiranku ada manfaatnya, dan tolong tegur aku jika tersalah.  hiks. *nulis bagian ini, sedih rasanya :'). Pokoknya, Semoga kedepannya menjadi lebih baik dari sebelumnya, dan bisa memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya. Semoga segala hajat, resolusi, dan target bisa tercapai sesuai ikhtiar. Tak lupa meniatkan segala sesuatunya dengan niat yang baik. Semoga dengan niat yang baik, apapun yang kita targetkan, inginkan, hajatkan, dapat dimudahkan olehNya dalam proses pencapaiannya. aamiin .. >.<

Doc pribadi *01/06/2013*

"Semoga segala sesuatu yang telah terjadi hingga detik ini, bisa dikenang sebagaimana mestinya, dan yang harus disimpan, tersimpan pula dengan semestinya."

Pintaku, yaa Rabb.. :')
Makassar, 6 ramadhan 1434 H




Juli 11, 2013

Rindu untuk Putri Hujan

Bismillahirrahmanirrahiim

Ada banyak hal yang terlampau ajaib dalam persahabatan kita. Terlalu banyak kebetulan yang menjadi titik temu jalinan kita. Dan akan ada banyak harapan menjadi lantunan indah dalam ikatan kita.. (Niksalsabiila)

Hmm, subuh ini, aku dipaksa untuk memutar kembali memori antara aku dan kamu. memori bagaimana aku dan kamu menjalin sebuah persahabatan. ah, banyak cerita yang pastinya tak perlu aku ceritakan semuanya. Salah satu yang menjadi hiasan dalam persahabatan kita, yaitu tentang banyaknya sebuah kebetulan yang menjadi titik temu jalinan kita. Seperti katamu, memang ajaib rasanya. hehe. dua kebetulan yang terakhir, menjadi pemicu dimana aku lagi-lagi harus mengakui bahwa keajaiban itu ada. Beberapa waktu yang lalu, kamu bercerita tentang Sahabatku asal Makassar yang bertemu dengan Umi-mu di Tanah Jogja sana. Sahabat yang cukup dekat denganku. Tak habis pikir, dia yang tengah berlibur sambil menjalani terapi khusus disana, ketemu dengan umi-mu. Betapa dunia hanya seperti daun kelor, kata pepatah. Masih kusimpan percakapan itu di gadget milikku.. >.<

Kamu : Mbak, kenal dengan mbak ria? anak kedokteran juga dari Makassar katanya. Umi bilang,   dia kenal sama mbak pipi.
aku     : hah? Ria siapa? mbak memang punya beberapa teman yang namanya ria.
Kamu : Khoiriah mbak. Dia kenal banget sama mbak katanya. Tau nggak, barusan umi telpon nanyain tentang itu. sekarang mbak ria ada di rumahku, bersama suaminya. 
Aku : Ya ampun, Subhanallah mbak tahu dia memang sedang dijogja, suaminya memang pernah tinggal lama disana. Kok bisa ada di rumahmu? dan kenapa sampai nyangkut ke mbak?
Kamu : Dia lagi ada urusan sama umi, sempat ngobrol-ngobrol lama, dan umi iseng cerita lah tentang mbak ke dia, yang notabene sesama anak kedokteran asal makassar. siapa tahu kenal. Ternyata eh ternyata, memang kenal, bahkan kenal dekat banget. ah, betapa dunia sempit, mbak. Dia senang katanya, di perantauan ketemu orang yang kenal sama temannya. Apalagi, teman yang kenalnya lewat dunia maya kayak kita. 
Aku : iya ya, aduh, benar-benar sesuatu yang ga disangka. ah, Umi ingat banget sama mbak. jadi pengen ketemu,  titip salam buat umi ya.
Kamu : iya mbak, salam balik katanya. trus umi nanya, mbak sendiri kapan nikah kayak mbak ria, trus kapan main ke jogja lagi.
Aku : #gubrak Pengen lagi ke Jogja. bilang aja sama umi, ntar mi kalo sudah nikah, baru honey moon ke Jogja. (eaaa) Bilang sama umi juga, mbak minta didoakan.. >.<
Kamu : iyaa, kata umi, didoakan selalu, semoga disegerakan, aamiin. *berasa tukang pos guee*
Aku : wakakakak. *aamiin di hati terdalam


Ah, aku nulis ini sambil Seyum-senyum sendiri. Hha. Kebetulan selanjutnya, kemarin saat aku ngepos gambar di facebook, beserta sebuah dialog yang aku kutip dari penulis yang tulisannya aku kagumi di dunia tumblr, bernama : Nayasa.  Dengan entengnya kamu bilang, kamu kenal dengan dia. Aaah.lagi-lagi. Orang yang kita kagumi di tumblr, tidak kita kenal sama sekali, dan tulisannya tentang rindu yang pernah kamu jadikan twitt, sekarang malah akrab sama kamu.  Adeuh. Bagaimana aku tidak mempertanyakan, teorimu tentang sebuah kebetulan dalam persahabatan kita itu.  Hha. Hmm, tapi aku sadar, tidak ada yang serba kebetulan didunia ini. Semuanya adalah campur tanganNya. Sang maha sutradara. Umi, Khairiah, dan mbak Nayasa hanya pelengkap dan pemanis kisah kita.


Ah, jadi rindu kamu. Hubungan kita yang sekarang memang tak seintens yang dulu, Malah pernah keegoisanku mendominasi, pengen kita kembali seperti dulu. Tapi aku sadar semua ada masanya. Seorang guru pernah bilang, Perasaan rindu itu memang terkadang menyiksa, tapi janganlah Anda berharap kehilangan rasa itu. Sebab, rasa rindu bisa melembutkan hati, meningkatkan rasa cinta dan juga media untuk introspeksi diri. Dan memang benar, rindu yang membuncah bikin aku sadar benar-benar cinta kamu #eh. haha. Hmm, Bagaimanapun mengenang segala hal tentangmu, bersamamu, kebaikanmu, melihat foto-foto kita dan menghayalkan kejadian yang pernah terjadi dibalik foto itu, cukup mengobati rinduku. eh, tak lupa mendoakanmu, agar kebaikan selalu menghampirimu. aamiin. 

Salam buat anakku yang dititip dalam rahimmu.. #eh muach :*



Tulisan ini buatmu, dari Pipi yang lagi rindu. :*
kau tahu, menulis ini sambil diiringi suara hujan diluar sana.
Kebetulan lagi kah, Putri hujan? *jitak*
Eh lupa, bilang sama umi, mumpung Ramadhan, mbak minta porsi doanya ditambah yak. hha

Makassar, dua ramadhan 1434H

Juni 03, 2013

Rindu Ini..



"Perasaan sejati itu tak lekang oleh Jarak dan waktu. Jarak dan Waktu adalah sebuah garis batas, tetapi jalinan perasaan adalah penembusnya. Perjalanan mengajarkan musafir bersyukur untuk setiap tetes embun dan hembusan nafas, untuk setiap berkas sinar dan desau angin, ledakan tawa dan persahabatan. ''

[Agustinus Wibowo, dalam titik nol]





 Kangen sebuah Perjalanan.. :)

Magnet persahabatan


Tema persahabatan selalu menarik bagi saya. bermagnet luar biasa. jika saya diam sebentar, lantas berpikir tentang apa yang sudah saya buat, apa yang sudah terlewati, apa yang menyedihkan, membahagiakan, meledakkan emosi, dan segalanya, saya selalu bisa menemukan wajah-wajah sahabat disana. saya meninggalkan puzzle hidup di setiap pribadi istimewa yang ikut menjadi saksi transformasi pribadi saya sejak belasan tahun silam
[TasaroGK, sewindu hal. 86]



Membaca buku karya Tasaro GK yang judulnya "Sewindu, Cinta itu tentang waktu" dan tiba pada subjudul "Dia mencintai apa yang saya cintai" membuat saya jadi berpikir tentang masa depan. Cerita dalam buku itu membahas tentang bagaimana Tasaro, sang penulis, dan istrinya, sama-sama merupakan orang yang menjunjung nilai persahabatan, hingga saat ketika mereka menikah pun, kisah persahabatan masih tetap jadi obrolan "spesial" buat mereka. Menurut Tasaro, Sahabatnya, adalah sahabat istrinya, begitupun sebaliknya. istrinya mencintai setiap nama yang dia cintai..

Kekasih adalah ia  yang mencintai kecintaan kekasihnya.. [Salim A Fillah]





teruntuk :
*Kekasihku dimasa depan, Semoga aku bisa mencintai apapun yang kamu cintai, dan sebaliknya. 
Menjadikan sahabatku menjadi sahabatmu. dan  sahabatmu, menjadi sahabatku. 


Makassar, 03 Juni 2013
yang sedang menanti giliran jaga, 
yang sedang merenungi masa depan 
dan begitu mencintai kisah tentang persahabatan.. 


Desember 08, 2012

Berbeda, kini !

Bismillahirrahmanirrahiim..


“ Akan selalu ada suatu keadaan, kenangan, dan orang-orang tertentu yang pernah singgah dalam hati kita dan meninggalkan jejak langkah di hati kita dan kita pun tidak akan pernah sama lagi seperti kita sebelumnya ”
(Donny Dirgantoro, 5cm, Hal.4)




*Maaf dan Terima kasih.. 
Satu yang tidak berbeda adalah, aku masih setia dengan sambel ikan teri-ku.. ^^d

Makassar, hari ke delapan di desember 2012

November 02, 2012

Tentang Rasa..

Bismillahirrahmanirrahiim..

Pernah suatu hari, ada yang bertanya, “Hidupmu sepertinya bahagia terus. Bagaimana kehidupan cintamu? Pernah merasa patah hati? Sepertinya tidak, ya?”. Hhe. Hanya bisa menjawab dengan lengkungan bibir, lalu mengalihkan pembicaran ke topik lain.

Sore, Satu november dua ribu dua belas..


"Putri,hari ini jakarta gerimis.cepat sekali berubah,kayak hati. semoga saling mengerti, mau saling mengalah, saling menghargai,saling menjaga dan komunikasi yang baik serta yang paling penting pemahaman agama yang baik, menyertai rasa sayang, biar abadi sayangnya, ga kayak cuaca"
-TereliyeRembulan tenggelam di Wajahmu-

Hujan. Dan butiran air yang jatuh dari langit yang katanya bisa membawa memori masa lalu, akhirnya menyapa sore ini. Ditemani si manis teh, dan si legit kue bolu “coklat keju kenari”. Nah, buat kamu dan kamu yang pernah bertanya, kali ini akan saya jawab, entah kamu kamu membaca ini atau tidak. Hhe. kamu mau tau apa dari kehidupan cintaku? dan ah siapa bilang saya tak pernah patah hati? Pernah kok, malah baruuu saja. dan itu sakit! #jleb.

Sakit disatu titik memang, tapi ternyata bersama sakit itu, ada kesembuhan di titik yang lain..

Kembali mengingat tentang September. September yang mengaduk rasa. Dimulai dari yang terasa diujung, hingga yang terasa pada pangkal. Ah tentang hati, tentang rasa. Sebentar bahagia, kemudian sedih..

to be continue..

"Semoga semua perasaan baik-baik saja, ya kak.. #clk7
Ya! dan sejak itu, aku rasa hidupku telah berubah..
"Allah Maha Tahu yang Terbaik."
bukan begitu?
#eaaaaaa



Januari 16, 2012

dengan ini saya..



Bismillahirrahmanirrahiim..
Di belahan bumi mana pun kita berada, langit adalah jendela pertemuan kita dengan semua orang di dunia ini. Langit di jagat raya ini satu, meskipun berlapis-lapis. Oleh karena itu, di mana pun kita berada, langit dapat menghubungkan kita dengan semua orang, terutama orang yang kita rindukan..Jadi, Selama masih sama-sama di bawah langit-Nya, yakinlah akan ada pertemuan dengan orang yang dirindu.. 

..Langit akan selalu mempertemukan rindu..
  -Ramadha Tsulasi Hajar-
#berlayarkesurga


Teruntuk :

..yang sudah mengenal dan (pernah) bertemu, tapi menghilang
..yang sudah tentu kenal dan (bisa) saja bertemu, namun terhalang waktu dan keadaan
yang sudah kenal namun (belum) pernah bisa bertemu karena terpisah ruang, jarak,  dan waktu
 dan yang (mungkin) belum kenal dan (mungkin) belum sekalipun bertemu..


dengan ini saya,
r i n d u ..
                                                                                              

Oktober 27, 2011

Awal yang Indah

Bismillahirrahmanirrahiim..

Kamis sore, mengObok-obok file di lepi nemu video ini lagi..
Walaupun ilmu ini sering diulang-ulang di bangku kuliah, sering didapati saat stase dibagian obgyn (kandungan), namun video ini kembali mengingatkan bahwa keajaiban besar telah terjadi di dalam rahim setiap ibu dan calon ibu. Betapa Allah sudah mendesain sedemikian kompleksnya, "makhluk titipan" itu.. :'(


"Rabbana ma khalaqta hadza bathila subhaanaka faqinaa 'adzabannaar"  
 Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, peliharalah kami dari siksa neraka.. (QS Ali 'imran (3) : 191)

Andai saat itu kau bisa melihat Ibumu.
Saat ia tersenyum lebar sambil mengusap-usap perutnya yang membuncit.
Bertaruhlah denganku, kau tak mungkin sekalipun berniat melukai perasaannya! Bertaruhlah denganku, jika pada saat itu kau bisa melihatnya dan menyadarinya seperti
aku melihatnya dan menyadarinya, janganlah menyakitinya, berniatpun kau tak! Ia perempuan yang cantik,sampai terasa ke hati...
(Rahim - Fahd Djibran hal 78)



Menanti maghrib..

..untuk yang telah terlahir dari seorang ibu, dan yang menjadi "calon ibu" .. :)
makassar 2011

September 29, 2011

Plong !!!

Bismillahirrahmanirrahiim..
Yang aku rasa
Yang aku pahami,
Yang aku yakini..

"..Belajar itu bukan hanya dari buku, tetap harus belajar dari lapangan. IP tinggi tak menjamin. Tak cukup hanya teori, tapi juga dengan praktek. Apa salahnya belajar dari orang yang lebih berpengalaman, salah sedikit saja, tanggung jawabnya besar, Dunia Akhirat!!!"

"..Jangan memikirkan penilaian orang yang menganggap kita biasa saja, tapi yang lebih penting adalah bagaimana DIA melihat apa yang kita perbuat, dan bagaimana DIA tahu bahwa apa yang kita perbuat adalah hal yang Luar Biasa untukNYA.." 


Makassar 29september2011
maafkan saya, kawan.. :'(
*plong*

Agustus 21, 2011

Ada rindu di penantian

Bismillahirrahmanirrahiim

Malam ke 21 ramadhan, 10 malam terakhir Ramadhan..
Setelah bermunajat padaNya, Entah kenapa, malam ini aku diselipi rindu.. >.<
Rindu kamu yang namanya tertulis di lauhul mahfudz..
Hei, bagaimana kabarmu saat ini?? 
Semoga baik-baik saja ya? 

Calon Imam di rumah masa depanku..

Untuk kamu, aku sering bertanya-tanya..siapa dirimu? Dimana kamu? Apakah kita sudah saling mengenal? Atau kita sudah pernah bertemu? mungkin kamu ada disekitarku? atau belum pernah tampak olehku? Apakah kamu pernah termenung di tengah malam? Atau pernahkah kamu menangis pilu? Atau mungkin pernah menyebut harapanmu akan diriku ditiap doamu??? heuheu... :))

Agustus 11, 2011

Diary untuk Tuhan


Diary untuk Tuhan
Ilung S. Enha
Bismillahirrahmanirrahiim..
Alhamdulillah, untuk kesekian kalinya nemu tulisan yang bagus dari sebuah buku. Tulisan ini saya repost semata-mata untuk bahan muhasabah pribadi, dan semoga dapat menjadi bahan renungan bagi siapa saja yang membaca tulisan ini. Berharap tulisan ini pun bisa menjadi pengingat dilain waktu.. Aamiin..



Tuhan,  aku tulis diary ini untukMu, khusus buat Engkau yang terasa enggan menyapaku kembali. Pasalnya, lama sekali Engkau tak menjengukku. Padahal aku sakit memendam rindu kepadaMu. Sebuah kerinduan yang kiranya tak tergantikan oleh apapun. Kerinduan hati yang sakit dan lama tak terobati. Bagai rindu ombak lautan pada gelombang. Seperti irama gelombang yang merindukan tepian pantai.

Aku mengakui hari-hariku telah kupenuhi dengan kesalahan demi kesalahan, khilaf demi khilaf, akan tetapi, aku selalu berharap agar setiap biji kesalahanku tak Engkau takar dengan kepastian hukumMu. Bukankah lembah2 pengampunanMu jauh lebih luas dan melampaui seluruh kesalahan yang pernah aku lakukan?