Tampilkan postingan dengan label Cahaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cahaya. Tampilkan semua postingan

Juli 18, 2011

Talking to The Moon

Bismillahirrahmanirrahiim..
Dialah yang memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam. Dan Dia Maha Mengetahui segala isi hati" 
(Al Hadiid : 6)


01.45 18 juli 2011..
Malam yang indah. Langitnya cantik. Banyak bintang bertaburan. seolah mereka tengah bercengkerama satu dengan yang lainnya, berbagi kisah tentang seputaran dunia langit, atau bercerita tentang apa yang tengah dilakukan oleh anak manusia dibawah hamparan langit. Dibalik rimbunan pohon kulihat cahayanya yang berwarna keemasan. yah, Bulan itu. Cantik. Bulat penuh. Diam. anggun. Terlihat begitu besar dan bersinar saaangat cantiik. Benar. Sungguh luas dan agung pancaran yang tercipta. Indahnya bulan terlihat megah seperti menggantung di langit. Tampak sangat dekat. Indah cahayanya, terlebih yang maha mencinptakannya. 

Sumber : google

Subhanallah. Terselip rasa kagum yang amat sangat akan kekuasaanNya. Dan dalam hati juga ada rasa harap yang amat sangat. “Yaa Allah, ciptaan-ciptaanMu sungguh mempesona, tapi aku sadar hanya Engkau Maha mempesona. pertemukanlah aku dengan keindahan-Mu lagi, lagi dan lagi.”


Juni 06, 2011

Menuju CahayaNya


Saat ini,
aku perlahan melangkahkan kaki..
meski pikiranku sendiri sebenarnya masih tak kumengerti
hanya Hati yang kujadikan sebagai landasannya..

Saat ini,
perlahan,aku ingin hidup dalam hawa damai
Hawa dimana setiap desah nafasku hanya ada namaNya
hawa dimana setiap hembusanku, hanya menghembuskan namaNya..

Akan kucari satu demi satu,
dan akan kupelajari dan kupahami langkah demi langkah
bahwa semua butuh proses, banyak hal yang harus dilalui..
bahwa tak hanya dunia yang harus dinikmati..


Perlahan,
aku melangkah, ya melangkah..
walau harus tertatih-tatih atau bahkan terjatuh
akan kucoba berdiri lagi,melangkah satu demi satu,
demi mencari cahayaNya..
atau mungkin justru sebenarnya cahaya itu sudah ada,
hanya diriku saja yang masih tampak rabun dan suram sehingga cahaya itu tak terlihat olehku..


Astaghfirullah.. :(
Ya Allah berikan aku setitik cahayaMu,teteskan pada hatiku, Arahkan aku kepada jalan yg lurus, sesuai dengan jalan orang-orang yg telah Engkau berkahi, bukan jalan orang-orang yg Engkau murkai, dan bukan pula jalan orang-orang yg tersesat..
Aamin Yaa Robbal Alamiin

Juni, 2011

April 07, 2011

Lilin Harapan


Ada 4 lilin yang sedang menyala. Sedikit demi sedikit habis meleleh. Suasana begitu sunyi sehingga terdengarlah percakapan mereka. Lilin yang pertama berkata: 
“Aku adalah Damai." 
"Namun manusia tak mampu menjagaku. Maka lebih baik aku mematikan diriku saja!” 
Demikianlah sedikit demi sedikit sang lilin pertama padam.Lilin yang kedua berkata: 
“Aku adalah Iman.”
“Sayang aku tak berguna lagi. Manusia tak mau mengenalku. Tak ada gunanya aku tetap menyala.” Begitu selesai bicara, tiupan angin memadamkannya.

Dengan sedih giliran lilin ketiga bicara: 
”Aku adalah Cinta.”
“Tak mampu lagi aku untuk tetap menyala. Manusia tidak lagi memandang dan mengganggapku berguna. Mereka saling membenci. Bahkan membenci mereka yang mencintainya, membenci keluarganya.”
Tanpa menunggu waktu lama, maka matilah lilin ketiga.
Tanpa terduga..Seorang anak saat itu masuk ke dalam kamar, dan melihat ketiga lilin telah padam. Karena takut akan kegelapan itu, ia berkata:
“Eh apa yang terjadi?? Kalian harus tetap menyala. Aku takut akan kegelapan!”
Lalu ia mengangis tersedu-sedu..
Lalu dengan terharu lilin keempat berkata:
"Jangan takut. Janganlah menangis. Selama aku masih ada dan menyala, kita tetap dapat selalu menyalakan ketiga lilin lainnya."
”Akulah Harapan“
Dengan mata bersinar, sang anak mengambil Lilin Harapan, lalu menyalakan kembali ketiga lilin lainnya..
(Inbox Facebook 5april2011 from Lentera Hati)


Menjadi lilin harapan, disaat semua tunduk pada kepasrahan..

Jika engkau merasa bahwa segala yang disekitarmu gelap dan pekat,
tidakkah dirimu curiga bahwa engkaulah yang dikirim oleh Allah untuk menjadi cahaya bagi mereka? Berhentilah mengeluhkan kegelapan itu, sebab sinarmulah yang sedang mereka nantikan, maka berkilaulah !
(Dalam Dekapan Ukhuwah, 365)


Senikmat berbagi..bahwa sedikit membagikan cahaya kita pada sumbu lili-lilin yang padam, akan menjadikan lilin itu kembali bercahaya, dan disaat itu akan kau temukan kenikmatan berbagi.. :)

Sebuah lilin yang berkelip menyala pasti padam juga..
Ketika telah habis sumbu dan teruap minyaknya
Tetapi lihat saja, dia tak pernah kehilangan apapun
Ketika berbagi apinya, menyalakan lilin-lilin lain..

Dalam dekapan ukhuwah, begitulah kenikmatan berbagi
dengan umur kita yang fana, dengan kekayaan yang tak seberapa
mungkin saja banyak sesama yang bisa ikut bercahaya
(Dalam Dekapan Ukhuwah, 373)



07 April 2011
..Kosan, menanti subuh..


Desember 16, 2010

Makhluk-makhluk Bercahaya


Makhluk-Makhluk Bercahaya - Harun Yahya

Thomas Edison adalah seorang ilmuwan terbesar di dunia. Sekitar seratus dua puluh tahun telah berlalu sejak ia menemukan bola lampu. Dalam masa ini, bola lampu telah menjadi bagian penting kehidupan manusia. Kini, jutaan bola lampu mungil bersama-sama menerangi kota-kota besar di seluruh dunia.

Penerangan menjadi suatu simbul penting bagi peradaban ini. Namun, ada sumber penerangan lain. Kita tentunya pernah menjumpai cahaya kecil yang menerangi kegelapan malam hari. Cahayanya begitu kuat dan terang, namun sumber penerangan ini sangatlah berbeda dengan bola lampu. Bahkan ia sama sekali bukanlah benda, melainkan makhluk hidup. Ia adalah seekor kunang-kunang. Makhluk kecil ini menghasilkan cahaya dalam tubuhnya meski ia tidak memiliki bola lampu. Meskipun tidak menggunakan listrik, ia memiliki teknologi yang jauh lebih hebat. Teknologi ini lebih efektif dari bola lampu yang mampu merubah sepuluh persen saja dari energinya menjadi cahaya, sedangkan sembilan puluh persen sisanya berubah dan hilang menjadi panas.

Sebaliknya, kunang-kunang mampu menghasilkan hampir seratus persen cahaya dari energi yang ada. Ini dikarenakan disain sempurna pada sistem penghasil cahaya yang dimilikinya. Tubuhnya berisi zat kimia khusus bernama lusiferin, dan enzim yang disebut lusiferase. Untuk menghasilkan cahaya, dua zat kimia ini bercampur, dan percampuran ini menghasilkan energi dalam bentuk cahaya. Molekul kompleks ini telah didisain secara khusus untuk memancarkan cahaya. Penempatan setiap atom yang membentuk molekul tersebut telah ditentukan sesuai dengan tujuan ini. Tidak ada keraguan bahwa disain biokimia ini bukanlah sebuah kebetulan. Ia sengaja diciptakan secara khusus. Sebagaimana Allah telah memberi semua makhluk hidup ciri mereka masing-masing, Dia juga telah mengajarkan kunang-kunang cara membuat cahaya.

Kunang-kunang (Lampyridae)
Tapi, untuk apakah kunang-kunang membuat cahaya melalui teknologi yang sedemikian maju. Untuk menemukan jawaban atas pertanyaan ini, kita harus mengamati lebih dekat sekawanan kunang-kunang. Sekelompok kunang-kunang dalam jumlah besar, hingga ratusan ribu, di malam hari memunculkan pemandangan yang membuat kita seolah sedang berjalan di bawah bintang-bintang.

Cahaya ini sangatlah penting bagi kunang-kunang sebagai alat komunikasi. Sepanjang sejarah, manusia telah menggunakan berbagai sarana untuk berkomunikasi. Salah satunya adalah sandi morse, yang terdiri atas kombinasi sinyal panjang dan pendek, dan dipakai pada telegram. Kunang-kunang menggunakan sinyal cahaya untuk berkomunikasi, cara yang menyerupai sandi morse.

Kunang-kunang jantan menyalakan dan memadamkan cahayanya untuk mengirim pesan kepada sang betina. Pesan ini berisi kode tertentu. Dan kunang-kunang betina menggunakan kode yang sama untuk mengirim pesan balasan kepada sang jantan. Sebagai hasil dari pesan timbal-balik ini, sang jantan dan betina mendekat satu sama lain.

Sejak saat ia dilahirkan, tiap kunang-kunang mengetahui bagaimana berkirim pesan dengan cara ini, dan bagaimana memahami pesan yang dikirim oleh yang lain. Singkatnya, masing-masing dari ribuan kunang-kunang yang kita lihat bersama di kegelapan malam adalah sebuah keajaiban penciptaan. Pencipta sistem yang luar biasa ini adalah Allah, Pencipta semua makhluk hidup.

  Cacing Bercahaya (Lampyris Noctiluca)
Selama beberapa malam di Segitiga Bermuda, pertunjukan cahaya tengah berlangsung. Beberapa saat setelah matahari tenggelam, cahaya yang mempesona muncul di permukaan laut. Cahaya ini berasal dari cacing laut betina yang sedang berada di permukaan. Sang betina mencampurkan dua cairan kimia yang ia hasilkan dalam tubuhnya. Makhluk ini tahu bagaimana menggunakan bahan-bahan kimia untuk memproduksi cahaya dengan cara yang menakjubkan. Hasil akhirnya adalah sebuah pertunjukan cahaya yang mengagumkan. Cacing betina melakukan ini untuk menarik perhatian sang jantan. Makhluk yang sedang mendekat dengan cahaya kecilnya yang terang adalah cacing laut jantan. Sepuluh menit kemudian, permukaan laut telah tertutupi oleh ratusan betina yang memancarkan cahaya terang. Jika bulan keluar dari balik awan dan menerangi permukaan laut, mereka kembali ke kedalaman lautan. Dua puluh menit kemudian pertunjukan ini berakhir.

Jika kita ingin menyaksikan tempat sesungguhnya, di mana binatang menggunakan cahaya untuk berkomunikasi, maka kita harus pergi ke tempat paling gelap di bumi, yaitu dasar lautan. Kapal selam ini didisain khusus untuk dapat menyelam hingga kedalaman enam ratus meter. Sinar matahari tidak dapat menembus kedalaman di bawah dua ratus meter. Di sinilah tempat paling gelap di bumi. Tekanannya dua puluh kali lebih tinggi dibandingkan di permukaan laut. Anda mungkin berpikir bahwa tak ada yang mampu hidup dalam kondisi ini. Namun sebuah pemandangan menakjubkan muncul ketika terlihat suatu sinyal cahaya dari luar kapal selam. Tiba-tiba muncul cahaya dari kegelapan dasar lautan, dengan kata lain terdapat makhluk-makhluk hidup yang menjawab cahaya dengan cahaya, dan berkomunikasi dengan cara memancarkan cahaya dalam kegelapan ini. Dengan melihat makhluk ini dari dekat, anda akan melihat keagungan ciptaan Allah.

Ubur-ubur jengger
Di dasar lautan terdapat makhluk mengagumkan yang memancarkan cahaya merah. Ia adalah seekor ubur-ubur. Pertunjukan cahaya dari spesies lain yang berada di bagian lebih atas menyerupai pertunjukan karya seni. Pertunjukan ini dapat dinikmati sepenuhnya setelah lampu kapal selam dimatikan. Pemandangan yang muncul adalah beragam makhluk mempesona yang bersinar dengan cahaya yang dihasilkannya sendiri. Terdapat sejenis makhluk laut yang berenang-renang sambil memancarkan cahaya tanpa seorang pun tahu apa fungsi cahaya ini.

Di antara makhluk bercahaya di dasar lautan adalah ubur-ubur, yang memiliki tubuh lunak dan lembut. Tak satu pun dari mereka memiliki akal atau kecerdasaan. Tidak juga mereka tahu bagaimana cahaya dalam tubuh mereka terbentuk. Sungguh tidak rasional untuk berpikir bahwa makhluk yang demikian kompleks dengan sistemnya yang rumit muncul secara kebetulan. Tak ada keraguan bahwa makhluk ini sengaja diciptakan dengan disain khusus. Oleh karenanya, pertunjukan cahaya ini, yang datang dari ratusan meter di bawah permukaan laut, sebenarnya mengungkapkan kepada kita akan kekuasaan Allah. Dia menciptakannya secara khusus. Segala sesuatu di darat dan di laut adalah kepunyaan-Nya. Dan Dia memiliki ilmu dan pengetahuan yang tak terbatas. Dalam sebuah ayat dinyatakan:

"Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Nama-nama Yang Paling Baik. Bertasbih kepada-Nya apa yang ada di langit dan dibumi dan Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." (QS. Al-Hasyr, 59:24)

Sumber :
http://us1.harunyahya.com/Detail/T/724BBCSO189/productId/4526/MAKHLUK-MAKHLUK_BERCAHAYA