April 07, 2011

Lilin Harapan


Ada 4 lilin yang sedang menyala. Sedikit demi sedikit habis meleleh. Suasana begitu sunyi sehingga terdengarlah percakapan mereka. Lilin yang pertama berkata: 
Aku adalah Damai." 
"Namun manusia tak mampu menjagaku. Maka lebih baik aku mematikan diriku saja!” 
Demikianlah sedikit demi sedikit sang lilin pertama padam.Lilin yang kedua berkata: 
Aku adalah Iman.”
Sayang aku tak berguna lagi. Manusia tak mau mengenalku. Tak ada gunanya aku tetap menyala.” Begitu selesai bicara, tiupan angin memadamkannya.

Dengan sedih giliran lilin ketiga bicara: 
Aku adalah Cinta.”
Tak mampu lagi aku untuk tetap menyala. Manusia tidak lagi memandang dan mengganggapku berguna. Mereka saling membenci. Bahkan membenci mereka yang mencintainya, membenci keluarganya.”
Tanpa menunggu waktu lama, maka matilah lilin ketiga.
Tanpa terduga..Seorang anak saat itu masuk ke dalam kamar, dan melihat ketiga lilin telah padam. Karena takut akan kegelapan itu, ia berkata:
Eh apa yang terjadi?? Kalian harus tetap menyala. Aku takut akan kegelapan!
Lalu ia mengangis tersedu-sedu..
Lalu dengan terharu lilin keempat berkata:
"Jangan takut. Janganlah menangis. Selama aku masih ada dan menyala, kita tetap dapat selalu menyalakan ketiga lilin lainnya."
Akulah Harapan
Dengan mata bersinar, sang anak mengambil Lilin Harapan, lalu menyalakan kembali ketiga lilin lainnya..
(Inbox Facebook 5april2011 from Lentera Hati)


Menjadi lilin harapan, disaat semua tunduk pada kepasrahan..

Jika engkau merasa bahwa segala yang disekitarmu gelap dan pekat,
tidakkah dirimu curiga bahwa engkaulah yang dikirim oleh Allah untuk menjadi cahaya bagi mereka? Berhentilah mengeluhkan kegelapan itu, sebab sinarmulah yang sedang mereka nantikan, maka berkilaulah !
(Dalam Dekapan Ukhuwah, 365)


Senikmat berbagi..bahwa sedikit membagikan cahaya kita pada sumbu lili-lilin yang padam, akan menjadikan lilin itu kembali bercahaya, dan disaat itu akan kau temukan kenikmatan berbagi.. :)

Sebuah lilin yang berkelip menyala pasti padam juga..
Ketika telah habis sumbu dan teruap minyaknya
Tetapi lihat saja, dia tak pernah kehilangan apapun
Ketika berbagi apinya, menyalakan lilin-lilin lain..

Dalam dekapan ukhuwah, begitulah kenikmatan berbagi
dengan umur kita yang fana, dengan kekayaan yang tak seberapa
mungkin saja banyak sesama yang bisa ikut bercahaya
(Dalam Dekapan Ukhuwah, 373)



07 April 2011
..Kosan, menanti subuh..


2 komentar:

  1. Mbak Pipi....akuuuu suukaaaaa....tentang lilin harapan..mengingatkanku pd setiap mimpi yang tertunda....^___^

    BalasHapus

your Comment??